Ikut Berita - Gubernnur Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sedikit khawatir Indonesia akan hancur jika ada aksi lanjutan demontrasi pada tanggal 25 November mendatang. Namun polisi juga memastikan bahwa ini hanya sekedar isu.
Ahok juga mendengan akan ada 5 Jura orang yang turun kejalan untuk berdemo. Tentunya jumlah orang kali ini lebih banyak dari yang sebelumnya, jumlah orang sebelumnya hanya sekitar 100 ribu orang.
"Katanya sih tanggal 18 atau 25 November bakal ada 5 juta orang turun untuk demo, kalau turun segitu ini negara bakalan pecah. Kita kembali lagi ke zaman barbar," kata Ahok di kediamannya, Perumahan Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta Utara.
Kata Ahok, zaman dahulu memang ada pihak yang mengerahkan massa secara besar-besaran untuk mendapatkan suatu jabatan atau kekuasaan. Namun, Ahok menegaskan hal tersebut sudah tidak berlaku lagi di zaman sekarang.
"Jadi kalau mau mengalahin saya, datangkan 6 juta orang, terus ngapain hadap-hadapan 5 juta atau 6 juta? Mau perang kolosal kaya perang zaman dulu? Yang perang berminggu-minggu? Kan lucu," kata Ahok.
Mantan Bupati Belitung Timur ini menerangkan, apabila ada masyarakat Jakarta yang tak suka dirinya bersama Djarot Saiful Hidayat kembali memimimpin Jakarta priode 2017-2022, cukup tidak usah memilih calon petahana pada Pilkada Jakarta 15 Februari 2017, sehingga tidak perlu lagi mengerahkan massa secara besar-besaran.
"Makanya sekarang kita ganti, yang sekali perang mati ratusan ribu dengan cara kertas suara. Kita nggak ada lagi zaman bawa-bawa massa. Semua tentukan (saat pilkada), istilahnya peluru digantikan suara," ucap Ahok.