Ikut Berita - Sekelompok orang mendatangi Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta Utara yang merupakan kompleks kediaman Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Tak bisa masuk karena gerbang kompleks ditutup, mereka memanggil Ahok.
Mereka tiba di depan Pantai Mutiara, Jumat (4/11/2016) pukul 18.00 WIB. Spanduk-spanduk dibawa, beberapa di antaranya membawa spanduk bertuliskan 'Laskar Masjid Luar Batang'.
Ahok pun menyampaikan hal itu kepada istri dan ketiga anaknya. Namun dengan berani, anak sulung Ahok, Nicholas menjawab, “Oke, Saya siap fight dengan mereka sampai mati, titik akhir.”
Mendengar jawaban itu, Ahok pun meminta putranya untuk mempersiapkan senjata untuk berjaga-jaga, diantaranya pisau komando, beling dan airsoft gun.
Polisi bersenjata laras panjang dan prajurit TNI yang berjaga di depan kompleks langsung bersiaga. Massa sempat maju mendekati polisi, lalu mundur lagi ke arah Taman Waduk Pluit yang ada di samping kompleks.
Suasana ricuh sempat terjadi ketika awak media menghampiri massa untuk mengambil gambar. Massa lalu melempar batu dan botol air minum kemasan.
Sebagai persiapan lain, Ahok juga memberikan arahan kepada istri dan anak-anaknya tentang jalur evakuasi untuk menyelamatkan diri jika benar-benar diserbu.
Dari pengalaman tersebut, Ahok mengajarkan kepada anak-anaknya untuk tidak takut mati membela kebenaran.
Dalam kesempatan itu, Ahok juga memiliki keinginan untuk dikenang di tanah kelahirannya. “Saya bilang ke istri saya kalau saya mati jangan dikremasi, kirim saja ke Belitung Timur, minimal tambah lagi satu situs wisata, kuburan Ahok,” kata Ahok sambil terkekeh.
Tag :