• About
  • Sitemap
  • Kontak
  • Privacy Policy
Ikut Berita
  • Home
  • Ikut-News
  • Ikut-Techno
  • Ikut-Sports
  • Ikut-Lifestyle
  • Ikut-Selebriti
  • Ikut-Politik
Home » Ikut-News » Habib Rizieq Memberikan Peringatan Keras Sebelum Unjuk Rasa. Sadis !!!
Habib Rizieq Memberikan Peringatan Keras Sebelum Unjuk Rasa

Ikut Berita - FPI yang sampai saat ini ingin menangkap Gubernur DKI Jakarta, Basuki T. Purnama mengatakan bahwa jika penistaan agama dibiarkan atau di lindungi oleh rezim penguasa maka umat Islam berhak menjatuhkan hukuman mati kepada Ahok.

Dua Pejabat tinggi di lingkungan kepolisian dan TNI, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lahaksamana menemui imam besar Habib Rizieq di pesantren Agrokultural Markaz Syariah, Megamendung, Puncak Bogor.

“Iya, kemarin Pangdam Jaya dan Kapolda menemui Habib Rizieq. Saya juga ikut mendampingi,” kata Wakil Ketua DPP FPI KH Ja’far Shiddiq kepada Suara Islam saat berbincang di Masjid Agung Al Azhar, Kamis (28/10/2016).

Pertemuan tersebut di lakukan terkait dengan situasi keamanan Jakarta menjelang Demo besar besaran Aksi Bela Islam II pada 4 November nanti.

Dalam Pertemuan tersebut Habib dengan tegas menyampaikan sikap FPI atas rencana aksi demo nanti di balaikota 4 November mendatang.

Baca Juga : TERBAKAR !!! Pesawat American Airlines Terbakar Saat Lepas Landas

Pertama, Aksi Bela Islam tetap akan berjalan sesuai jadwal tanggal 4 November 2016, dan sesuai rute Istiqlal ke Istana, serta sesuai tujuan penjarakan Ahok, juga sesuai kepanitiaan a/n Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI).

Kedua, Aksi Bela Islam adalah jihad konstitusional yang merupakan murni aksi penegakan hukum, bukan aksi sara atau pun aksi politik pilkada.

Ketiga, Aksi Bela Islam  tidak pernah rencanakan chaos (kerusuhan), tapi aksi damai dan tertib serta terhormat dan bermartabat, untuk dorong presiden Jokowi agar tegakkan hukum terhadap Ahok si penista agama.

Keempat, meminta agar presiden Jokowi menerima langsung delegasi GNPF MUI di Istana untuk menyampaikan aspirasi umat Islam .

Kelima, FPI meminta kepada aparat keamanan agar tidak melakukan penghadangan terhadap peserta aksi yang datang dari wilayah atau daerah manapun.

Keenam, FPI meminta kepada TNI dan Polri agar tetap bisa kooperatif dengan para peserta aksi bela Islam, sehingga tetap mengedepankan pendekatan persuasif, bukan represif, dalam mengatasi segala kemungkinan.

Ketujuh, FPI tetap berpegang kepada Petisi Bela Islam 14 Oktober 2016 bahwa jika penista agama dibiarkan bahkan dilindungi oleh rezim penguasa, maka umat Islam berhak menjatuhkan hukuman mati kepada Ahok kapan saja dan dimana saja untuk menegakan hukum Islam sekaligus membela kedaulatan hukum NKRI.

Tag :
  • Berita Hari Ini
  • Kabar Harian Terupdate
  • Gubernur Jakarta
  • Habib Rizieq
  • FPI
  • Ahok
Admin 10/29/2016 Genesis SEO Premium Bandung Indonesia

Habib Rizieq Memberikan Peringatan Keras Sebelum Unjuk Rasa. Sadis !!!

Ikut-News | Published Date: 10/29/2016
Habib Rizieq Memberikan Peringatan Keras Sebelum Unjuk Rasa

Ikut Berita - FPI yang sampai saat ini ingin menangkap Gubernur DKI Jakarta, Basuki T. Purnama mengatakan bahwa jika penistaan agama dibiarkan atau di lindungi oleh rezim penguasa maka umat Islam berhak menjatuhkan hukuman mati kepada Ahok.

Dua Pejabat tinggi di lingkungan kepolisian dan TNI, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lahaksamana menemui imam besar Habib Rizieq di pesantren Agrokultural Markaz Syariah, Megamendung, Puncak Bogor.

“Iya, kemarin Pangdam Jaya dan Kapolda menemui Habib Rizieq. Saya juga ikut mendampingi,” kata Wakil Ketua DPP FPI KH Ja’far Shiddiq kepada Suara Islam saat berbincang di Masjid Agung Al Azhar, Kamis (28/10/2016).

Pertemuan tersebut di lakukan terkait dengan situasi keamanan Jakarta menjelang Demo besar besaran Aksi Bela Islam II pada 4 November nanti.

Dalam Pertemuan tersebut Habib dengan tegas menyampaikan sikap FPI atas rencana aksi demo nanti di balaikota 4 November mendatang.

Baca Juga : TERBAKAR !!! Pesawat American Airlines Terbakar Saat Lepas Landas

Pertama, Aksi Bela Islam tetap akan berjalan sesuai jadwal tanggal 4 November 2016, dan sesuai rute Istiqlal ke Istana, serta sesuai tujuan penjarakan Ahok, juga sesuai kepanitiaan a/n Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI).

Kedua, Aksi Bela Islam adalah jihad konstitusional yang merupakan murni aksi penegakan hukum, bukan aksi sara atau pun aksi politik pilkada.

Ketiga, Aksi Bela Islam  tidak pernah rencanakan chaos (kerusuhan), tapi aksi damai dan tertib serta terhormat dan bermartabat, untuk dorong presiden Jokowi agar tegakkan hukum terhadap Ahok si penista agama.

Keempat, meminta agar presiden Jokowi menerima langsung delegasi GNPF MUI di Istana untuk menyampaikan aspirasi umat Islam .

Kelima, FPI meminta kepada aparat keamanan agar tidak melakukan penghadangan terhadap peserta aksi yang datang dari wilayah atau daerah manapun.

Keenam, FPI meminta kepada TNI dan Polri agar tetap bisa kooperatif dengan para peserta aksi bela Islam, sehingga tetap mengedepankan pendekatan persuasif, bukan represif, dalam mengatasi segala kemungkinan.

Ketujuh, FPI tetap berpegang kepada Petisi Bela Islam 14 Oktober 2016 bahwa jika penista agama dibiarkan bahkan dilindungi oleh rezim penguasa, maka umat Islam berhak menjatuhkan hukuman mati kepada Ahok kapan saja dan dimana saja untuk menegakan hukum Islam sekaligus membela kedaulatan hukum NKRI.

Tag :
  • Berita Hari Ini
  • Kabar Harian Terupdate
  • Gubernur Jakarta
  • Habib Rizieq
  • FPI
  • Ahok
loading...
Newer Post Older Post

Subscribe to: Post Comments (Atom)
Tweets by @ikutberitaa
Powered by Blogger.

Copyright © Ikut Berita. All rights reserved. Theme by CB Blogger

↑