Ikut-News - Terungkapnya pelaku bom bunuh diri pasta perkawinan di Turki di kota Gaziantep pada sabtu kemarin (20/8/2016) adalah seorang anak-anak yang masih berusia 12 - 14 tahun.
"Kejadian tersebut terdapat indikasi yang kuat ISIS menggunakan anak-anak berusia diantara 12 sampai 14 tahun untuk melakukan bom bunuh diri," kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat jumpa pers, minggu (21/8/2016).
Serangan teror tersebut terjadi di kawasan Beybache, distrik Sahinbey, provinsi
Gaziantep. Saat penyelidikan awal polisi menemukan sisa-sisa rombi bom bunuh diri. Kedua pengantin terluka akibat serangan tersebut.
Sebagian tamu yang hadir dalam pesta tersebut adalah warga dari provinsi wilayah timur Turki seperti Siirt dan Van. Di kabarkan pengebom bunuh diri ini menyelinap dan menyamar sebagai salah seorang tamu sebelum meledakkan dirinya.
Baca Juga : Jokowi Ikut Karnaval Kemerdekaan di Pulau Samosir
"Tak ada bedanya antara
PPK (Partai Pekerja Kurdistan),
FETO (Organisasi Teror Fethullah) dan Daesh. Semua itu adalah Teroris," tambah Erdogan.
Erdogan sebelumnya juga mengatakan aksi bom bunuh diri ini dilakukan untuk memicu perpecahan antara etnis Arab, Kurdi dan Turki di negeri itu.
"Mereka tidak sanggup mengalahkan Turki dan mereka melakukan provokasi dengan cara memicu perpecahan antaretnis dan kesensitifan sektarian. Namun hal tersebut tidak akan berhasil," kata Erdogan.
Sementara proses pemakaman korban yang meninggal dalam tragedi di Gaziantep itu sudah di lakukan pada hari Minggu. Namun ada juga keluarga yang harus menunda pemakaman karena jasad keluarga mereka hancur berkeping-keping dan membutuhkan test DNA untuk memastikan identitas asli mereka.